Angin Kencang Mengintai Maluku Utara, BMKG Imbau Warga Waspadai Gelombang Tinggi

Ternate – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi wilayah Provinsi Maluku Utara, Jumat (23/1/2026). Peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi terjadinya angin kencang yang dapat memicu peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan.

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang diperkirakan dapat mencapai lebih dari 2,5 meter. Wilayah perairan yang masuk dalam kategori waspada meliputi Perairan Morotai, Kepulauan Loloda, serta perairan Timur Halmahera.

“Waspada potensi terjadinya peningkatan ketinggian gelombang yang dapat mencapai lebih dari 2,5 meter. Peringatan ini berlaku untuk perairan Morotai, Kepulauan Loloda, dan Timur Halmahera,” jelas BMKG dalam keterangan resminya.

Berdasarkan pantauan cuaca BMKG, kondisi atmosfer pada pagi hari umumnya cerah berawan dan diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Maluku Utara. Namun, memasuki siang hingga sore hari, cuaca berpotensi cerah berawan disertai hujan ringan hingga sedang di sejumlah daerah.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain Morotai, Loloda Kepulauan, Loloda, Galela, Malifut, Wasile, Maba, Patani, Obi, Falabisahaya, serta wilayah sekitarnya. BMKG mengingatkan bahwa hujan yang terjadi dapat disertai angin kencang dalam durasi singkat.

Suhu udara di wilayah Maluku Utara diperkirakan berada pada kisaran 27 hingga 33 derajat Celcius, dengan tingkat kelembapan udara relatif antara 60 hingga 90 persen. Sementara itu, angin bertiup dengan arah bervariasi dari Barat hingga Utara dengan kecepatan antara 10 hingga 50 kilometer per jam.

Untuk kondisi laut, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter dan berpotensi meningkat di wilayah perairan terbuka. BMKG mengimbau nelayan tradisional, kapal penumpang, serta kapal barang agar memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran.

BMKG juga meminta masyarakat pesisir untuk tetap memantau informasi cuaca terbaru dan segera mengambil langkah antisipasi guna menghindari risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *