Halmahera Selatan – Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Maluku Utara. Sebuah kapal kayu jenis longboat dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk di perairan depan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, Jumat (25/1/2026). Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan seorang penumpang balita berusia dua tahun meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban merupakan seorang anak kecil yang ikut sebagai penumpang dalam longboat nahas itu.
“Benar, terdapat satu korban jiwa, yakni penumpang anak kecil berusia dua tahun yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut,” ujar Iwan dalam keterangan resminya.
Iwan menjelaskan, hingga saat ini jumlah pasti penumpang di dalam longboat tersebut masih dalam pendataan. Hal ini disebabkan proses evakuasi korban dan penumpang lainnya masih berlangsung di lokasi kejadian.
“Data jumlah penumpang belum bisa kami pastikan karena tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi ke daratan. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan setelah proses evakuasi selesai,” jelasnya.
Berdasarkan laporan awal yang diterima Unit Siaga SAR (USS) Halmahera Selatan dari Kepala Desa Bibinoi, longboat tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Babang dengan tujuan Desa Pigaraja, Kecamatan Bacan Timur Selatan. Namun, dalam perjalanan, kapal dihantam cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan longboat kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di tengah perjalanan. Kepala Desa Bibinoi yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan peristiwa tersebut ke USS Halmahera Selatan untuk meminta bantuan operasi pencarian dan pertolongan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian menggunakan speedboat milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Operasi SAR dilakukan untuk mengevakuasi korban serta memastikan tidak ada penumpang lain yang masih hilang di perairan.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan ini antara lain Tim Rescue USS Halmahera Selatan, Polairud, Pos TNI AL Bacan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilakukan, sementara pihak Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran demi menghindari kejadian serupa.
Tim Redaksi












