Jabar — Bencana tanah longsor terjadi di kawasan kaki Gunung Burangrang, tepatnya di Kampung Babakan Pasirkuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/01/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari ketika sebagian besar warga masih terlelap tidur, sehingga menyebabkan dampak yang cukup besar terhadap permukiman penduduk.
Longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari disertai angin kencang. Kondisi tanah yang labil menyebabkan material tanah dari lereng Gunung Burangrang runtuh secara tiba-tiba dan meluncur ke bawah, menimbun rumah-rumah warga yang berada di kawasan rawan bencana. Peristiwa berlangsung cepat, sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta benda.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 30 unit rumah warga tertimbun material longsoran. Sebanyak 34 kepala keluarga (KK) terdampak langsung, dengan total 113 jiwa menjadi korban. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan berhasil mengevakuasi 23 orang dalam kondisi selamat, sementara 7 orang ditemukan meninggal dunia. Adapun 83 orang lainnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi.
Mendapat laporan kejadian, Kodim 0609/Cimahi bergerak cepat dengan menerjunkan personel ke lokasi bencana. Prajurit TNI bersama unsur Polri, BPBD, relawan, serta aparat desa setempat bahu-membahu membuka akses jalan yang tertutup material longsor, melakukan pencarian korban, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.
Selain upaya evakuasi, petugas gabungan juga melaksanakan langkah-langkah penanganan awal, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi lokasi kejadian, melaporkan perkembangan situasi kepada komando atas, hingga mengoordinasikan penanganan lanjutan bersama instansi terkait. Alat berat dan peralatan manual turut dikerahkan guna mempercepat proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
Sementara itu, warga yang selamat telah dievakuasi ke Kantor Desa Pasirlangu untuk mendapatkan tempat pengungsian sementara. Di lokasi tersebut, para pengungsi menerima bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan, selimut, serta pelayanan kesehatan darurat.
Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung. Kondisi medan yang berat, tertutup lumpur dan material longsoran, serta cuaca yang belum stabil menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Aparat gabungan mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng gunung dan daerah rawan longsor agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Sumber: Portal Komando












