Pasukan Ukraina dilaporkan berhasil mendeteksi dan melumpuhkan sejumlah tentara Rusia yang menggunakan pakaian kamuflase salju tidak lazim, dikenal dengan sebutan “Penguin”, dalam pertempuran yang terjadi baru-baru ini di wilayah bersalju, Kamis (29/1/2026).
Brigade Pertahanan Teritorial ke-120 Angkatan Bersenjata Ukraina menyampaikan bahwa sedikitnya dua prajurit Rusia berhasil dilumpuhkan setelah teridentifikasi mengenakan sistem kamuflase tersebut. Insiden itu terjadi di kawasan tertutup salju, yang diduga menjadi lokasi uji coba perlengkapan tempur baru oleh militer Rusia dalam kondisi pertempuran aktif.
Menurut keterangan pihak Ukraina, pakaian kamuflase “Penguin” dirancang untuk mengurangi deteksi visual di medan musim dingin. Namun, dalam praktiknya, desain tersebut justru membuat penggunanya lebih mudah dikenali, terutama di area terbuka. Rekaman medan perang yang dirilis menunjukkan seorang tentara Rusia mengenakan pakaian putih tebal menyerupai siluet penguin saat bergerak di lapangan bersalju, sebelum akhirnya menjadi sasaran serangan yang dipandu oleh drone Ukraina.
Personel militer Ukraina yang terlibat dalam operasi tersebut menilai bahwa kamuflase tersebut gagal memberikan perlindungan optimal. Bentuk dan pola pergerakan yang tidak lazim justru menarik perhatian, terutama di wilayah stepa terbuka yang minim objek pembanding alami.
Unit Ukraina juga menegaskan bahwa Rusia kerap menguji perlengkapan dan taktik baru langsung di garis depan tanpa melalui uji coba yang memadai. Kemunculan kamuflase “Penguin” dinilai sebagai bagian dari pola tersebut, di mana prajurit di lapangan secara efektif dijadikan subjek uji coba dalam situasi tempur nyata.
Sistem kamuflase ini disebut memiliki lapisan luar longgar yang bertujuan mengaburkan siluet tubuh manusia agar menyatu dengan lingkungan bersalju. Namun, berdasarkan pengalaman di lapangan, desain tersebut justru membatasi mobilitas dan meningkatkan visibilitas saat digunakan di medan datar.
Sumber; Teknologi dan Strategi Militer











