Jakarta – Setelah mengalami tekanan selama dua hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik 1,08 persen ke level 8.321, menandakan adanya rebound setelah penurunan tajam sebelumnya.
Pada perdagangan Kamis kemarin, IHSG ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232. Aksi jual saham masih mendominasi pasar dengan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp5,1 triliun. Saham-saham yang menjadi incaran penjualan asing antara lain BBCA, BMRI, ANTM, BBNI, dan TLKM.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai bahwa IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif, namun tetap aman selama berada di atas level 8.050. “IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak di rentang support 8.050-8.100, sementara level resistansi berada di kisaran 8.300-8.400,” ujar Fanny.
Senada, Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, memperingatkan bahwa volatilitas pasar masih tinggi, terutama menjelang akhir bulan Januari. “Kami memperkirakan volatilitas IHSG akan tetap tinggi pada perdagangan hari ini. Namun, pasar merespons positif pengumuman OJK dan BEI terkait tanggapan mereka terhadap pengumuman MSCI,” kata Rully.
Menurut Rully, penguatan IHSG juga didorong oleh upaya regulator untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham, sehingga pasar melakukan re-pricing atas ekspektasi tersebut. Meski begitu, beberapa saham yang terkait dengan tema MSCI ‘inclusion’ masih berpotensi mengalami koreksi lanjutan.
Selain itu, Jumat pagi ini juga diwarnai pengunduran diri Iman Rachman dari posisi Direktur Utama BEI, yang turut menjadi perhatian pasar.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati, mengikuti pergerakan IHSG, dan memperhatikan sentimen dari pengumuman regulator maupun aksi investor asing yang masih dominan di pasar.
Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), BNI Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas






