Jakarta — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali meresmikan Gedung Damage Control Simulator (DCS) di Komando Latihan (Kolat) Komando Armada I, Jakarta, Kamis (29/1). Peresmian fasilitas berteknologi tinggi ini menjadi langkah strategis TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kesiapan mental dan kemampuan teknis prajurit Jalasena dalam menghadapi berbagai situasi darurat di medan penugasan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kasal menegaskan bahwa keberadaan training simulator sangat penting sebagai sarana pembelajaran dan pembentukan karakter prajurit. Melalui simulasi yang mendekati kondisi nyata, setiap prajurit diharapkan mampu memahami, menguasai, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat saat menghadapi permasalahan di lapangan.
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menjelaskan, pembangunan DCS merupakan bentuk antisipasi TNI AL terhadap meningkatnya potensi risiko kedaruratan di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Risiko tersebut dapat berasal dari faktor alutsista, human error, maupun kondisi alam yang ekstrem, seperti cuaca buruk dan gelombang tinggi. Oleh karena itu, prajurit harus dibekali dengan kemampuan penanggulangan keadaan darurat yang teruji dan terlatih.
Simulator ini dirancang dengan sistem yang mampu menghadirkan skenario realistis, mulai dari kebocoran kapal, kebakaran, hingga kondisi cuaca ekstrem. Dengan demikian, prajurit dapat berlatih dalam suasana yang menyerupai kondisi sebenarnya, sehingga terbentuk personel yang profesional, sigap, dan percaya diri saat melaksanakan tugas pelayaran maupun operasi laut.
Pembangunan fasilitas DCS ini merupakan hasil kerja sama TNI AL dengan PT Indo Artha dan menjadi instalasi kedua setelah simulator serupa diresmikan di Kolat Koarmada II, Surabaya pada tahun 2024. Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Kasal, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas serta demonstrasi langsung latihan penanggulangan kebocoran kapal.
Kasal menekankan bahwa latihan penyelamatan kapal, penanggulangan kebakaran, kebocoran, serta penanganan bahaya Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika) termasuk dalam kategori latihan berisiko tinggi. Oleh sebab itu, keberadaan simulator yang mampu merepresentasikan kondisi riil dinilai sangat krusial guna menjamin keselamatan personel dan materiel TNI AL.
“Pembangunan fasilitas ini merupakan bukti nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan keselamatan prajurit dan alutsista, sekaligus sebagai upaya mewujudkan TNI AL yang profesional, modern, dan tangguh,” pungkas Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Turut hadir dalam kegiatan peresmian tersebut Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, jajaran pimpinan Komando Utama (Kotama) TNI AL wilayah Jakarta, serta para Pejabat Utama Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal).
Sumber: Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal)










