Halsel//jendelamalut- Pencarian terhadap Gerinus Bahy (54), warga Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, yang hilang sejak Jumat, 31 Januari 2025, masih terus dilakukan, selama pencarian, keluarga korban telah malakukan inisiatif menyewa alat penyelam sendiri guna melanjutkan pencarian secara mandiri. Namun, belum membuahkan hasil.

Keputusan ini diambil setelah keluarga merasa kecewa dengan kinerja Badan SAR Nasional (Basarnas) Halmahera Selatan, yang menurut mereka tidak maksimal dalam upaya pencarian. Salah satu anggota keluarga korban, Hercules, mengungkapkan bahwa mereka terpaksa menyewa alat selam dari perusahaan perikanan karena Basarnas tidak menyediakan peralatan yang memadai.
“Kami sudah menunggu selama lima hari, tapi hasilnya masih nol. Basarnas juga tidak mau menyelam dengan alasan takut buaya. Kalau memang begitu, setidaknya mereka menyediakan alat yang bisa kami gunakan. Karena tidak ada bantuan, kami akhirnya menyewa sendiri alat penyelam dari perusahaan ikan,” ujar Hercules dengan nada kecewa.
Menurutnya, pencarian yang dilakukan oleh tim SAR masih terbatas pada penyisiran permukaan tanpa upaya penyelaman. Keluarga dan warga sekitar pun harus bekerja keras mencari korban dengan alat seadanya.
Selain itu, Hercules juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilai kurang responsif dalam menangani pencarian korban.
“Kami sangat kecewa terhadap pemerintah. Andai saja ini terjadi pada pejabat atau orang kaya, Basarnas pasti akan melakukan segala cara dalam pencarian. Tapi karena kami orang miskin yang tak punya apa-apa, akhirnya kami diperlakukan seperti ini,” tegasnya.
Keluarga korban berharap pencarian dapat ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak personel dan peralatan tambahan agar korban bisa segera ditemukan. Mereka juga mendesak adanya evaluasi terhadap kinerja Basarnas dalam menangani kasus pencarian serupa.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Red











