JendelaMalut, Halmahera Selatan – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. H. Samsuddin Abdul Kadir, M.S.Si, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Halmahera Selatan. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Halsel, Ny. Rifa’at Al Sa’adah Basam, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD setempat.

Setiba di Labuha, rombongan langsung menuju Kantor Bupati Halmahera Selatan untuk membahas sinergi antara program pemerintah daerah dan provinsi. Usai pertemuan, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Bupati Basam Kasuba, serta rombongan melanjutkan agenda ke Masjid Sultan Bacan.

Dalam rangkaian kunjungan kerja ini, Wagub Sarbin Sehe juga menggelar Safari Ramadan di Pasar Murah Kesultanan Bacan bersama para Muspida Halsel. Acara tersebut diisi dengan pembagian takjil kepada masyarakat, yang berlangsung di Masjid Sultan Bacan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sultan Bacan, Muhammad Irsyad Maulana Syah, Sekda Halsel Safiun Rajulan, Kapolres Halsel Hendra Gunawan, Kajari Ahmad Patoni, S.H., M.H., serta Dandim Letkol Inf. Samsul.

Pada Rabu (17/3/2025) pukul 18.00 WIT, Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama istri, Ny. Hj. Rusni Sarbin, Sekda Drs. H. Samsuddin Abdul Kadir beserta istri, Ny. Darmawati Samsudin, dan rombongan berbuka puasa bersama masyarakat setempat, dilanjutkan dengan salat Magrib dan Isya berjamaah di Masjid Sultan Bacan.
Dalam konferensi pers, Sekda Maluku Utara membahas APBD provinsi tahun anggaran 2025 yang mencapai Rp3,3 triliun. Menurutnya, anggaran tersebut tidak tersedia sekaligus, melainkan dicairkan secara bertahap dalam satu tahun ke depan.
Terkait pembangunan jalan Saketa–Dorpedeo yang dianggarkan Rp13 miliar, Sekda menjelaskan bahwa prosesnya tidak bisa dilakukan sekaligus. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penggusuran, pengerasan (sertu), hingga pengaspalan.
Mengenai anggaran untuk Halmahera Selatan di tahun 2025, Sekda menegaskan bahwa meskipun terjadi pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat, program yang menyentuh masyarakat tetap berjalan. Namun, anggaran untuk proyek jalan Saketa-Dorpedeo saat ini belum tersedia dan harus menunggu siklus anggaran berikutnya.
Menanggapi isu utang Pemprov Maluku Utara terkait Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Halmahera Selatan, Sekda menyatakan bahwa kesulitan anggaran tidak hanya dialami oleh Maluku Utara, tetapi juga daerah lain. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan utang secara bertahap sesuai dengan kondisi keuangan daerah.
Kunjungan kerja Wakil Gubernur Sarbin Sehe ke Halmahera Selatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten serta memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai perencanaan.












