KM Holly Mary Kandas di Perairan Ansae, 82 Penumpang Selamat: Lokasi Karam Identik dengan Insiden 2023, Kapten Akui Human Error dan Sorotan Terhadap Sistem Navigasi Pelayaran Morotai

Morotai, 27 Mei 2025, jendelamalut.com — Tragedi nyaris berulang terjadi di perairan dangkal sekitar Pulau Ansae, Kabupaten Pulau Morotai. Kapal penumpang KM Holly Mary, yang melayani rute Morotai–Ternate, kandas tak lama setelah bertolak dari Pelabuhan Imam Lastori, Senin malam (26/5/2025). Kapal menabrak terumbu karang hanya 1,2 mil laut dari pelabuhan keberangkatan, menyebabkan 82 penumpang harus dievakuasi di tengah malam.

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Menurut informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 20.40 WIT, tidak lama setelah kapal meninggalkan pelabuhan. Kapal tersebut mengalami gangguan setelah menabrak gugusan karang dan tidak dapat bergerak akibat kandas di kedalaman sekitar dua meter.

Ironisnya, titik kecelakaan ini merupakan lokasi yang pernah menjadi tempat karamnya KM Queen Mery pada tahun 2023 silam. Kejadian berulang ini menguatkan kekhawatiran publik terhadap minimnya sistem navigasi berbasis peta digital dan kurangnya pengawasan jalur rawan karang di kawasan tersebut.

Kapten Akui Kelalaian Juru Mudi

Kapten KM Holly Mary, Sudin, secara terbuka mengakui bahwa insiden ini merupakan kesalahan manusia (human error). Menurutnya, kesalahan terdapat pada juru mudi, bukan sistem navigasi kapal. Ia menegaskan bahwa kapal telah menggunakan tiga sistem GPS aktif dan jalur pelayaran tersebut telah digunakan selama lebih dari delapan tahun.

“Ini bukan karena GPS error. Jalur ini sudah kami pakai lama. Tapi memang kesalahan terjadi di juru mudi,” kata Sudin saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Seluruh 24 Anak Buah Kapal (ABK) berhasil menyelamatkan barang-barang penting dan memindahkannya ke darat. Sementara itu, proses evakuasi 82 penumpang dilakukan secara cepat dan terorganisir oleh tim gabungan Basarnas dan KPLP dengan menggunakan speedboat menuju Pelabuhan Speedboat Daruba.

Menunggu Air Pasang untuk Penarikan Kapal

Hingga Selasa dini hari, badan kapal masih tersangkut di atas karang, menunggu air laut pasang yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIT. Upaya penarikan kapal masih ditunda untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, terutama pada bagian baling-baling.

“Kalau dipaksa sekarang, risiko kerusakan baling-baling terlalu besar. Kami tunggu pasang naik,” ujar Kapten Sudin.

Peringatan Terhadap Standar Keselamatan Pelayaran

Meski insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa kandasnya KM Holly Mary memperpanjang daftar insiden pelayaran di perairan Morotai, khususnya di kawasan Pulau Ansae yang dikenal rawan gugusan karang. Kejadian berulang ini memunculkan sorotan tajam terhadap standar operasional navigasi, pelatihan awak kapal, dan kebijakan keselamatan pelayaran yang diterapkan oleh operator maupun otoritas pelabuhan.

Masyarakat dan pengamat transportasi laut kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap peta pelayaran, peningkatan kompetensi juru mudi, serta penggunaan sistem navigasi berbasis teknologi terkini demi mencegah kejadian serupa.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab kapal, tetapi juga sistem pengawasan dan mitigasi risiko dari otoritas pelabuhan dan pemerintah daerah. Evaluasi menyeluruh dan tindakan korektif diperlukan agar perairan Morotai tidak lagi menjadi saksi dari tragedi yang seharusnya dapat dihindari. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *