Wamenkumham Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Teks, tetapi Jiwa Bangsa dan Pedoman Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Informasi477 Dilihat

Ternate, jendelamalut.comWakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) RI, Mugiyanto, menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dokumen historis dalam pembukaan UUD 1945, melainkan merupakan jiwa bangsa Indonesia, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita nasional yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Penegasan tersebut disampaikan Mugiyanto saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku Utara, Senin (2/6/2025). Sambutan Wamenkumham disampaikan secara virtual dan diikuti oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenkumham Malut.

Dalam amanatnya, Mugiyanto mengajak seluruh ASN untuk merenungkan kembali makna dan nilai luhur Pancasila sebagai rumah besar bagi keberagaman bangsa Indonesia.

“Pancasila mempersatukan lebih dari 270 juta penduduk dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila kita belajar bahwa kebinekaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mugiyanto menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam mendukung delapan agenda prioritas pembangunan nasional (Asta Cita) yang menjadi pijakan menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu poin penting dari Asta Cita adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Kemajuan ekonomi tanpa nilai-nilai Pancasila berisiko menimbulkan ketimpangan. Sementara kemajuan teknologi tanpa landasan moral Pancasila dapat membawa pada dehumanisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, dalam sambutannya secara langsung di lokasi upacara, mengajak seluruh ASN untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.

“Nilai-nilai luhur Pancasila harus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat. ASN harus mampu menjadi teladan dalam mewujudkan pemerintahan yang humanis, berkeadilan, dan inklusif,” ujar Budi.

Upacara Hari Lahir Pancasila di lingkungan Kanwil Kemenkumham Malut diikuti oleh perwakilan ASN dari berbagai divisi, termasuk Kemenham, Kemenimipas, dan Kemenko Kumham Imipas, serta dilaksanakan secara khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara Indonesia.

Peringatan ini sekaligus menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keutuhan NKRI dan mempercepat terwujudnya cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *